Di
balik Kisah Sebuah HARAPAN Cinta
Judul
Buku : Once Upon a Love
Pengarang : Aditia Yudis
Penerbit : Gagasan Media (Cetakan 1, 2011)
Tebal
Buku : vi + 192 halaman
“Tak ada yang bisa melakukan sebaik dirimu. Pertahananku
begitu rapuh akan pesonamu. Potongan-potongan kejadian indah berlompatan,
menyesaki benakku dengan imaji dirimu; dari caramu membuatku tersipu, tatapan
dalam langsung ke arahku, sampai kata-kata manis yang kuingat selalu.
Merindukanmu
membuatku sempat lupa kenapa aku harus melupakanmu. Kau cinta yang bertepuk
sebelah tangan. Kekasih yang tak pernah kumiliki. Kau memori yang seharusnya
kusimpan dalam kotak dan kubuang jauh-jauh...”
Rangkaian kata-kata tersebut menghiasi cover novel Once Upon a Love karangan Aditia Yudis. Perempuan yang akrab disapa
Adit, memang memiliki nama panggilan yang macho, namun fisik dan perasaan tulen
perempuan tidak hilang darinya. Pengarang novel ini menyatakan dirinya adalah
penggemar berat Linkin Park dan Mike Shinoda. Perempuan ini tidak bisa hidup
tanpa kopi, buku, dan makanan enak. Buku pertamanya berjudul Mendamba (2010). Dan Once Upon a Love ini
adalah buku keduanya.
Sinopsis...
Berawal dari kejadian di mana Lolita mengetahui
keberadaan Ferio yang kembali ke Bogor, novel ini memulai ceritanya. Lolita,
seorang wanita yang sangat kreatif memendam perasaan yang mendalam kepada
Ferio. Perkenalan melalui komunitas dalam dunia maya yang menjadi awal kisah
cinta Lolita kepada lelaki itu. Ferio yang baik hati, senang membantu orang
lain, dan memiliki senyum manis membuat Lolita seakan tidak mengenal pria lain
di dunia terkecuali Dia. Ferio pun memiliki perasaan yang sama dalamnya dengan
Lolita, namun bukan untuk lolita, melainkan untuk sahabatnya, yaitu Dru.
Dari awal Lolita mengetahui betul hal
tersebut, namun tidak ada sedikitpun perasaan dan harapan akan sosok Ferio
hilang darinya. Sekarang, sudah dua tahun Ferio dan Dru tidak berkomunikasi semenjak
kejadian tersebut. Kejadian yang membuat Dru sakit hati kepada Ferio karena
telah mengusirnya seminggu setelah Ayahnya Ferio meninggal dunia. Ya.. kini
Ferio hidup sendiri. Ibunya yang telah lebih dulu meninggal membuat ayahnya
frustasi dan bisnis keluarganya hancur.
Novel terbaru karangan Lolita benar-benar
menyatakan perasaan Lolita kepada Ferio. Terlebih ada nama Ferio yang jelas
tertera pada halaman persembahan. “Teruntuk
Ferio Harris yang tak pernah lekang oleh waktu. Aku mencintaimu”. Ferio pun
membaca halaman persembahan tersebut dan mengajak Lolita bertemu. Namun, Ferio
masih mengejar Dru yang saat itu sudah memiliki kekasih. Novel ini memang
sangat menunjukan betapa benarnya kalimat cinta
tak harus memiliki. Pada akhirnya pun, cinta Lolita tidak membuatnya
mendapatkan Ferio. Begitupun Ferio yang tidak bisa mendapatkan Dru.
Cerita yang dituangkan di novel ini memang
menarik. Kejadian-kejadiannya pun masuk akal dan sangat remaja sekali. Halaman novel
pun tidak terlalu banyak sehingga tidak membuat pembaca jenuh sebelum meluap
habis novel ini. Pembungkusan cover pada novel ini juga membuat orang yang
melihatnya ingin membaca isi novel ini.
Akan tetapi hal yang mengganggu pada novel ini
adalah pengulangan cerita yang agak rumit, jenis font pada novel juga ada yang
berbeda, tidak tahu memang kesengajaan atau memang kekeliruan.
Secara keseluruhan, novel ini memang bagus. Kekurangan-kekurangan
pada novel masih sangat bisa dimaklumi. Penggemar novel juga menurut saya perlu
membaca novel Once Upon a Love ini. Novel ini bisa menginspirasi dan menghibur
pembacanya. Kerja yang bagus dari sang pengarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar