Rabu, 23 April 2014

Resensi Novel



Di balik Kisah Sebuah HARAPAN Cinta

 
 

Judul Buku       : Once Upon a Love
Pengarang       : Aditia Yudis
Penerbit          : Gagasan Media (Cetakan 1, 2011)
Tebal Buku      : vi + 192 halaman
            “Tak ada yang bisa melakukan sebaik dirimu. Pertahananku begitu rapuh akan pesonamu. Potongan-potongan kejadian indah berlompatan, menyesaki benakku dengan imaji dirimu; dari caramu membuatku tersipu, tatapan dalam langsung ke arahku, sampai kata-kata manis yang kuingat selalu.
Merindukanmu membuatku sempat lupa kenapa aku harus melupakanmu. Kau cinta yang bertepuk sebelah tangan. Kekasih yang tak pernah kumiliki. Kau memori yang seharusnya kusimpan dalam kotak dan kubuang jauh-jauh...”
Rangkaian kata-kata tersebut menghiasi cover novel Once Upon a Love karangan Aditia Yudis. Perempuan yang akrab disapa Adit, memang memiliki nama panggilan yang macho, namun fisik dan perasaan tulen perempuan tidak hilang darinya. Pengarang novel ini menyatakan dirinya adalah penggemar berat Linkin Park dan Mike Shinoda. Perempuan ini tidak bisa hidup tanpa kopi, buku, dan makanan enak. Buku pertamanya berjudul Mendamba (2010). Dan Once Upon a Love ini adalah buku keduanya.


Sinopsis...
Berawal dari kejadian di mana Lolita mengetahui keberadaan Ferio yang kembali ke Bogor, novel ini memulai ceritanya. Lolita, seorang wanita yang sangat kreatif memendam perasaan yang mendalam kepada Ferio. Perkenalan melalui komunitas dalam dunia maya yang menjadi awal kisah cinta Lolita kepada lelaki itu. Ferio yang baik hati, senang membantu orang lain, dan memiliki senyum manis membuat Lolita seakan tidak mengenal pria lain di dunia terkecuali Dia. Ferio pun memiliki perasaan yang sama dalamnya dengan Lolita, namun bukan untuk lolita, melainkan untuk sahabatnya, yaitu Dru.
Dari awal Lolita mengetahui betul hal tersebut, namun tidak ada sedikitpun perasaan dan harapan akan sosok Ferio hilang darinya. Sekarang, sudah dua tahun Ferio dan Dru tidak berkomunikasi semenjak kejadian tersebut. Kejadian yang membuat Dru sakit hati kepada Ferio karena telah mengusirnya seminggu setelah Ayahnya Ferio meninggal dunia. Ya.. kini Ferio hidup sendiri. Ibunya yang telah lebih dulu meninggal membuat ayahnya frustasi dan bisnis keluarganya hancur.
Novel terbaru karangan Lolita benar-benar menyatakan perasaan Lolita kepada Ferio. Terlebih ada nama Ferio yang jelas tertera pada halaman persembahan. “Teruntuk Ferio Harris yang tak pernah lekang oleh waktu. Aku mencintaimu”. Ferio pun membaca halaman persembahan tersebut dan mengajak Lolita bertemu. Namun, Ferio masih mengejar Dru yang saat itu sudah memiliki kekasih. Novel ini memang sangat menunjukan betapa benarnya kalimat cinta tak harus memiliki. Pada akhirnya pun, cinta Lolita tidak membuatnya mendapatkan Ferio. Begitupun Ferio yang tidak bisa mendapatkan Dru.
Cerita yang dituangkan di novel ini memang menarik. Kejadian-kejadiannya pun masuk akal dan sangat remaja sekali. Halaman novel pun tidak terlalu banyak sehingga tidak membuat pembaca jenuh sebelum meluap habis novel ini. Pembungkusan cover pada novel ini juga membuat orang yang melihatnya ingin membaca isi novel ini.
Akan tetapi hal yang mengganggu pada novel ini adalah pengulangan cerita yang agak rumit, jenis font pada novel juga ada yang berbeda, tidak tahu memang kesengajaan atau memang kekeliruan.
Secara keseluruhan, novel ini memang bagus. Kekurangan-kekurangan pada novel masih sangat bisa dimaklumi. Penggemar novel juga menurut saya perlu membaca novel Once Upon a Love ini. Novel ini bisa menginspirasi dan menghibur pembacanya. Kerja yang bagus dari sang pengarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar